Aku memang bukan para pejuang
Aku suka dengan perjuangan
Sosokku bukalan seorang aktivis
Aku adalah rakyat yang tertindas
Aku mendengar jeritan simiskin yang tlah hilang suarannya
Jerit kelaparan sang bocah yang perutnya perih karna tak makan
Tangisan sang ibu yang tak sanggup mendengar tangisan buah hati yang kelaparan
Bau keringat sang ayah ditengah terik matahari
Mereka adalah petani yang telah dirampas tanahnya
Sang bocah yang masa kecilnya
Sang ibu yang kehilangan keceriaan
Mereka yang terampas haknya
Dalam benak hatiku berteriak
Kapankah kemiskinan akan berakhir
Dimana sang saudagar yang tamak itu
Dimana sang pemerintah yang katanya pelindung rakyat
Mataku berbinar lagi
Setelah sekian lama terbungkam
Akupun tak tinggal diam
Aku coba tuk tegar dalam bungkam
Mengais sebuah harapan
Punahnya ketidakadilan sang penguasa dan musnahnya ketamakan si kaya
Aku yang dulu beku dan kaku kini lentur sudah
Ternyata banyak orang yang memperjuangkan hak mereka,dan kini aku tak sendiri
Ditemani harapan dan untuk menuju harapan dibutuhkan pengorbanan
Perjuangan yang tak pernah diingat dan dikenang
Impianku tak bartepi
Dalam hati kecilku berkata
Perjuangan baru di mulai dan tak pernah ada kata akhir