Aku ada dilampu merah juga sering diterminal kadang-kadang dipasar,didepan kantor atau bank aku juga ada bahkan aku sering berjalan dan menghampiri pintu dari rumah ke rumah dan juga toko ke toko.akulah gepeng orang-orang sering menyebut nama aku seperti itu dan sebenarnya aku punya nama yang telah diberikan oleh orang tua aku bahkan waktu diberikan nama orang tua juga memotong ayam atau kambing bahkan di tepung tawarkan.tapi biarlah orang memanggil aku gepeng.aku berada dilampu merah,terminal dan kepintu-pintu rumah juga pintu-pintu ruko karena aku tidak mempunyai keterampilan.aku hanya bisa meneladahkan tangan dan mengharap sedekah dari orang lain.rasa malu bukannya tidak ada tapi aku harus memberikan makan kepada cacing-caring yang sudah menggelar demo didalam perut ku mereka meminta makanan atau isi perut ku yang lain yang dimakan.beginilah nasib ku hidup bagaikan benalu yang selalu menumpang pada orang lain.pemerintah tidak memperbolehkan aku meminta-minta karena menggagu kepentingan umum katanya.terus apa yang haru aku lakukan untuk memberi makan cacing-cacing didalam perut ku.aku akan selalu jadi gepeng untuk hidup